Selasa, 15 Februari 2011

BAHAN PRAKTIKUM BIOLOGI MENGENAI PUPUK


Tanah sebagai media tumbuh tanaman mempunyai fungsi menyediakan air, udara dan unsur-unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, namun demikian kemampuan tanah menyediakan unsur hara sangat terbatas. Hal ini terbukti dengan pemakaian tanah yang terus menerus secara intensif tanpa penambahan unsur hara mengakibatkan merosotnya produktifitas tanah, menurunkan hasil panenan dan rusaknya sifat fisik,kimiawi dan biologi tanah (kesuburan tanah). (Hasibuan,2006)
Meskipun peranan nitrogen sebagai unsur hara esensial tanaman telah dikenal, namun selama bertahun-tahun kebutuhan suplai pupuk ini masih menduduki urutan nomor dua. Suplai yang diperoleh secara alami melalui sistem rotasi tanaman masih dianggap cukup. Pengambilan sisa tanaman serta bahan-bahan buangan turut membantu suplai nitrogen. Suplai alami demikian ditambah pula dengan pemberian pupuk nitrogen dalam jumlah kecil yang berasal dari guano, nitrat soda serta berbagai sisa buangan organik.(Hasibuan,2006)
Meningkatnya perkembangan populasi manusia yang mendorong meningkatkan kebutuhan pangan dunia akan berarti pula peningkatan suplai nitrogen. Penelitian dibeberapa negara menekankan pada fiksasi nitrogrn atmosfir. Kombinasi nitrogen dan oksigen menghasilkan nitrogen monoksida (NO) pada temperatur tinggi (kira-kira  32500c) dalam suatu tanur listrik arc. Pada temperatur lebih rendah NO akan bereaksi dengan O2 membentuk nitrogen dioksida (NO2), yang mengalami hidrasi dalam keadaankelebihan udara untuk membentuk asam nitrat, yang selanjutnya akan diubah menjadi Ca-nitrat dalam reaksinya dengan kapur.(Muhali,1980)
Sintesis ammonia dari nitrogen dan hidrogen secara langsung dilakukan dengan berhasil secara komersil di Jerman tahun 1913. sesudah perang dunia pertama banyak pabrik didirikan dibeberapa negara, sebagian besar diantaranya dalam sintesis hidrogen dan nitrogrn berasal dari reaksi antara arang batu dengan uap air dan udara dalam pembentukan pupuk N (Hasibuan,2006)
Banyak ammonia yang dihasilkan digunakan unutk menghasilkan bahan-bahan kimia lainnya atau bahan-bahan lain. Pengunaan pupuk masih kecil sebab bahan kimia nitrogen masih terlalu mahal untuk digunakan didalam usaha pertanian
Pupuk hayati adalah mikrobia ke dalam tanah untuk meningkatkan pengambilan hara oleh tanaman dari dalam tanah atau udara. Umumnya digunakan mikrobia yang mampu hidup bersama (simbiosis) dengan tanaman inangnya. Keuntungan diperoleh oleh kedua pihak, tanaman inang mendapatkan tambahan unsur hara yang diperlukan, sedangkan mikrobia mendapatkan bahan organik untuk aktivitas dan pertumbuhannya (Hasibuan,2006)

Mikrobia yang digunakan sebagai pupuk hayati Pada daerah dimana pupuk nitrogen secara luas digunakan, sumur-sumur perumahan yang ada disana hampir pasti tercemar oleh nitrat. Diperkirakan 14 juta rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air minumnya (Badan Sensus Amerika Serikat 1993). Pada daerah pertanian, pupuk nitrogen merupakan sumber utama pencemaran terhadap air bawah tanah yang digunakan sebagai air minum. Sebuah penelitian oleh United States Geological Survey menunjukkan bahwa > 8200 sumur di seluruh AS terkontaminasi oleh nitrat melebihi standar air minum yang telah ditetapkan oleh Envrironmental Protection Agency (EPA), yaitu 10 ppm. Sumber nitrat lainnya pada air sumur adalah pencemaran dari sampah organik hewan dan rembesan dari septic tank (hbiofertilizer) dapat diberikan langsung ke dalam tanah, disertakan dalam pupuk organik atau disalutkan pada benih yang akan ditanam. Penggunaan yang menonjol dewasa ini adalah mikrobia penambat N dan mikrobia untuk meningkatkan ketersedian P dalam tanah (Anonim,2007)
Sumber utama N berasal dari gas N2 dari atmosfir. Kadar gas nitrogen di atmosfir bumi sekitar 79% dari volumenya. Walaupun jumlahnya sangat besar tetapi belum dapat dimanfaatkan oleh tanaman tingkat tinggi, kecuali telah menjadi bentuk yang tersedia. Proses perubahan tersebut:
·       Penambatan oleh mikrobia dan jazad renik lain. Jazad renik ada yang hidup simbiotis dengan tanaman tanaman legum (kacang-kacangan) maupun tanaman non legum,
·       Penambatan oleh jazad-jazad renik yang hidup bebas di dalam tanah atau yang hidup pada permukaan organ tanaman seperti daun, dan
·       Penambatan sebagai oksida karena terjadi pelepasan muatan listrik di atmosfir (Anonim,2007)

Pemberian pupuk kedalam tanah akan meningkatkan kandungan unsur hara didalam tanah yang dapat segera diserap akar tanaman, namun demikian pemberian pupuk itu mempengaruhi kondisi tanah. Hal itu terjadi karena pengaruh dari sifat-sifat, macam atau jenis pupuk yang diberikan. Setiap pupuk yang ditambahkan kedalam tanah akan mengalami berbagai macam reaksi. Reaksi-reaksi tersebut akan berpengaruh terhadap sifat fisika, kimia dan biologi tanah (Hasibuan,2006)

Pengertian Pupuk dan Pemupukan
Pengertian pupuk secara umum ialah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik, bila ditambahkan kedalam tanah atau ke tanaman, dapat memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, sifat biologi tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dari batasan ini diambil pengertian bahwa penambahan bahan pasir ke tanah yang mengandung kadar liat yang tinggi dapat merobah sifat fisis tanah yakni adanya perbaikan porositas tanah. Penambahan bahan kapur ketanah yang masam dapat meningkatkan pH tanah, terjadi perbaikan sifat kimiawi tanah dan penambahan bahan lainnya. Disini pasir dan kapur termasuk bahan pupuk dalam arti luas(Hasibuan,2006)
 
Pemupukan adalah cara-cara atau motode serta usaha-usaha yang dilakukan dalam pemberian pupuk atau unsure hara ke tanah atau ketanaman yang sesuai yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman normal (Hasibuan,2006)
Sumber unsur nitrogen sebenarnya cukup banyak terdapat di atmosfir, yaitu lebih kurang 79,2 persen dalam bentuk N2 bebas, namun demikian unsure N ini baru dapat digunakan oleh tanaman setelah mengalami perubahan kebentuk yang terikat yang kemudian dalam bentuk pupuk. Sumber utama dari Nitrogen berasal dari N2 atmosfir yang terikat. Untuk pembuatan pupuk adalah nitrogen dalam bentuk amoniak(Hasibuan,2006)
Pembuatan Pupuk Nitrogen
Hingga sekarang diketahui ada tiga cara pengikatan nitrogen bebas udara yang telah dikembangkan yaitu :
1.Cara electric arc
2.Cara pembuatan kalsium sianamida
3. Cara fiksasi N udara dan membentuk ammoniak
Macam Pupuk Nitrogen
Dalam klasifikasi pupuk, pupuk nitrogen ialah pupuk yang mempunyai komponen utama unsure N sebagai unsure hara, pupuk N terdiri dari :
1. Pupuk N organic yang terdapat pada pupuk-pupuk organic
2. Pupuk N organic buatan
Kedua golongan pupuk tersebut diatas dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu :
1. Bentuk organic
2. ) dan+Bentuk ammonia (NH4
3. )-Bentuk nitrat (NO3CaCN2) dan Urea CO(NH2)2, karena bila-Sedangkan pupuk-pupuk Cyanamide ( diberikan kedalam tanah siap dirubah menjadi senyawa ammonia, maka dimasukkan kedalam golongan senyawa N berbentuk ammonia (Hasibuan,2006)
Ammonium Sulfat
Pupuk ammonium sulfat dikenal juga dengan nama ZA (Zwavelzure Amonium). Pupuk ZA yang diperdagangkan dalam bentuk kristal, umumnya berwarna putih, tapi ada juga yang berwarna abu-abu, biru kabuan dan kuning, tergantung kepada pembuatannya. ZA yang diperdagangkan mengandung 97  tapi% sampai 21%persen (NH4)2SO4 dan tidak mengandung sekitar 20.5 . Pupuk ini termasuk kedalam pupuk%dalam perhitungan biasanya dibuat 20 yang larut didalam air, dan didalam tanah terionisasi menjadi ion ammonium (NH4) dan ion-ion sulfat dengan rumus (SO42-).(Hasibuan,2007)
Ammonium Chlorida
(NH4CL) Pupuk ammonium chlorida adalah pupuk berbentuk kristal berwarna putih Larut didalam air. Didalam%Pupuk ini mempunyai kadar N sebanyak 26 tanah akan terionisasi menjadi ion NH4 dan Cl-. Seperti halnya dengan pupuk ZA, ion ammonium dapat langsung diserap tanaman dan sebagian akan dijerap oleh koloid tanah pada permukaan (Hasibuan,2006)
Ammonium Nitrat (NH4NO3)

Pupuk ammonium nitrat adalah pupuk yang dapat menyumbangkan dua jenis hara N dalam bentuk ammonium dan nitrat. Pupuk ini mempunyai kadar N , termasuk pupuk yang larut didalam air. Berntuk pupuk
%sebanyak 33 ialah padat dan kristalin dan berwarna putih, tidak higrokopis dan berkerja cepat (Hasibuan,2006)
Ammonium Sulfat Nitrat ( ASN)
Ammonium Sulfat Nitrat adalah pupuk yang diproduksi oleh Ruhr-sticstoff A.G.Jerman, merupakan garam rangkap dari ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Pupuk ini diperdagangkan dalam bentuk kristal berwarna seperti kuning kemerah-merahan (Hasibuan,2006).
Urea CO(NH2)2
Pupuk urea adalah pupuk buatan senyawa kimia organic dari CO(NH2)2, pupuk padat berbentuk butiran bulat kecil (diameter lebih kurang 1 mm). . Urea larut sempurna di dalam air,%-46%Pupuk ini mempunyai kadar N 45 dan tidak mengasamkan tanah. Sifat urea lain yang tidak menguntungkan adalah sangat higrokopis dan mulai menarik air dari udara pada kelembaban nisbi 73 persen(Hasibuan,2006).
Pupuk Cyanamide
Pupuk cyanamide dan pupuk urea dikenal sebagai pupuk organic buatan. Contoh pupuk cyanamide ialah CaCN2 dibuat dengan memanasi kapur (lime) dengan kokas ( coke) (Hasibuan,2006).
Pupuk Kalsium Ammonium Nitrat
Pupuk ini meruoakan campuran dari ammonium nitrat dengan bubuk tanah liat (kapur mergel). Campuran ini dimaksudkan untuk meniadakan keburukan-keburukan ammonium nitrat. Kalsium ammonium nitrat mengandung  CaCO3. diperdagangkan dalam bentuk butiran-butiran% N dan 30-35%20,5 kuning muda dan hijau (Hasibuan,2006).
Pupuk Natrium Nitrat (NaNO3)
Natrium nitrat juga dikenal dengan nama Chilisalpeter. Disebut dengan chilisalpeter karena pada awalnya pupuk ini merupakan produk alam, yang didapatkan dari endapan didalam tanah didaerah pantai utara chili, peru dan Bolivia dan dipantai barat Amerika Serikat. Sekarang pupuk NaNO3 telah dibuat secara sintetis melalui proses ammonia soda sejalan dengan cara pembuatan ammonium chlorida, yaitu dengan caraproses Solvay (Proses ammonia soda) dengan larutan garam (Hasibuan,2006).
Reaksi Pupuk Nitrogen diDalam Tanah
Apabila pupuk ditambahkan kedalam tanah maka pupuk akan mengalami reaksi atau perubahan baik dalam bentuk fisik dan sifat kimianya. Perubahan-perubahan ini mulai terjadi apabila pupuk itu bereaksi dengan air tanah. Setelah bereaksi dengan air pupuk akan melarut, sebagian pupuk akan diserap akar tanaman, sebagian ada terfiksasi menjadi bentuk tidak tersedia untuk tanaman, hilang melalui proses denitrifikasi (pupuk N), tercuci (leaching) tereosi dan serta terjadinya penguapan (volatilisasi) (Hasibuan,2006).
Penambat N yang hidup bebas
Penambatan nitrogen dalam tanah dilakukan juga oleh jasad renik yang hidup bebas, artinya tidak bersimbiosis dengan tanaman inang. Jasad tersebut antara lain adalah ganggang hijau-biru (Chyanophiceae) dan bakteri yang hidup bebas. Bakteri yang hidup bebas ialah Rhodospirillum sp. yang fotosintetis, Clostridium yang merupakan jasad bersifat anerob serta Azoto¬bacter dan Beiyerinckia yang aerob.(Anonim,2007).
Ganggang biru hijau hidup pada berbagai keadaan lingkungan, bahkan pada permukaan batu di lahan gurun pasir yang gersang. Dia bersi¬fat auototrof sempurna dan hanya memerlukan sinar matahari, air, nitrogen bebas, karbon dioksida dan garam-garam yang mengandung hara mineral penting. Karena ganggang memerlukan sinar matahari maka diduga hanya sedikit pengaruhnya terhadap penambahan unsur N dalam tanah pertanian yang diusahakan di dataran tinggi. Manfaat lain yang diperoleh dari ganggang hijau-biru ini ialah terjadinya pelapukan secara biologis sehingga menjadi lebih terbukanya kehidupan lain pada permulaan genesa tanah.(Sanchez,1992).
Dipandang dari segi pertanian penambatan nitrogen oleh bakteri yang hidup bebas di dalam tanah mempunyai peranan lebih penting dibandingkan ganggang hijau-biru. Jasad-jasad ini, kecuali Rhodospirillum, menghendaki adanya sumber tenaga berupa sisa tanaman atau hewan. Sebagian tenaga hasil oksidasi ini digunakan untuk menambat nitrogen dari udara bebas. Kemampuan maksimum penambatan nitrogen oleh jasad ini berkisar 20 sampai 40 kg per hektar N per tahun (Anonim,2007).
Disamping bakteri penambat yang bersimbise ada mikrobia yang hidup bebas mikrobia dan ganggang biru (blue green algae) yang mampu menambat N udara.
Nama Sifat umum Azotobakter Aerobik, hidup di dalam tanah, air dan permukaan daun
Azospitillum Mikro-aerobik, hidup bebas atau asosiasi dengan akar tanaman
Actinimycetes Menambat N dan simbiosis dengan non legum misalnya Casuarina, Myrica
Blue green algae Hidup di air atau daratan, mengandung khlorofil
Tabel. Jenis bakteri bebas penambat N dan sifatnya.
Selama berabad-abad penggunaan legum (kacang-kacangan) dalam pergiliran tanaman serta penggunaan pupuk kandang merupakan cara-cara yang penting dalam penyediaan nitrogen tambahan pada tanaman non legum. Meskipun masih merupakan sumber nitrogen yang besar sumbangannya bagi pertumbuhan tanaman, selama beberapa dekade sekarang ini sumber nitrogen kacangan-kacangan dan pupuk kandang makin hari makin menurun peranannya. Jumlah nitrogen yang ditambat oleh rhizobia sangat bervariasi tergantung strain, tanaman inang serta lingkungannya termasuk ketersediaan unsur hara yang diperlukan. Selandia Baru merupakan negara yang sangat mementingkan penggunaan pupuk nitrogen berasal dari penambatan N dari atmosfir (Anonim,2007).
Pertanian Organik cegah kontaminasi nitrat pada air
Walaupun dapat meningkatkan produksi hasil tanam, penambahan nutrisi (pupuk) pada tanah juga dapat melepaskan nutrisi, dan mencemari suplai air. Studi terbaru para peneliti di University of Minnesota menunjukkan, praktik pertanian alternatif dapat membantu melindungi lingkungan dengan mengurangi kadar nitrat pada air permukaan dan tanah yang disebabkan pemakaian pupuk secara dan dengan konvensional (Anonim,2007).
Nitrogen adalah salah satu elemen terpenting yang dibutuhkan dalam produksi sistem pertanian. Ketika perlakuan dengan sejumlah pupuk nitrogen untuk mengoptimalkan lahan tanaman dan meminimalkan kerusakan lingkungan, sebagian besar nitrogen menimbulkan lepasnya nitrat (Anonim,2007).
Nitrat berasal dari nitrogen, lepas melalui air tanah. Di wilayah dimana drainase di bawah permukaan tanah digunakan dalam pertumbuhan tanaman, kadar nitrat yang tinggi dialirkan ke hilir. Kontaminasi nitrat pada air dapat mengakibatkan air menjadi sangat serba kekurangan oksigen (hypoxic) dan menekan kehidupan air di hilir ( Anonim,2007).
Pada daerah dimana pupuk nitrogen secara luas digunakan, sumur-sumur perumahan yang ada disana hampir pasti tercemar oleh nitrat. Diperkirakan 14 juta rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan sumur pribadi untuk memenuhi kebutuhan air minumnya (Badan Sensus Amerika Serikat 1993). Pada daerah pertanian, pupuk nitrogen merupakan sumber utama pencemaran terhadap air bawah tanah yang digunakan sebagai air minum. Sebuah penelitian oleh United States Geological Survey menunjukkan bahwa > 8200 sumur di seluruh AS terkontaminasi oleh nitrat melebihi standar air minum yang telah ditetapkan oleh Envrironmental Protection Agency (EPA), yaitu 10 ppm. Sumber nitrat lainnya pada air sumur adalah pencemaran dari sampah organik hewan dan rembesan dari septic tank(Anonim,2007).
BAB III.PENUTUP
1. Sumber utama N berasal dari gas N2 dari atmosfir. Kadar gas nitrogen di atmosfir bumi seki¬tar 79% dari volumenya. Walaupun jumlahnya sangat besar tetapi belum dapat dimanfaatkan oleh tanaman tingkat tinggi, kecuali telah menjadi bentuk yang tersedia
2. Pemberian pupuk kedalam tanah akan meningkatkan kandungan unsur hara didalam tanah yang dapat segera diserap akar tanaman, namun demikian pemberian pupuk itu mempengaruhi kondisi tanah. Setiap pupuk yang ditambahkan kedalam tanah akan mengalami berbagai macam reaksi. Reaksi-reaksi tersebut akan berpengaruh terhadap sifat fisika, kimia dan biologi tanah
3. Sumber unsur nitrogen sebenarnya cukup banyak terdapat di atmosfir, yaitu lebih kurang 79,2 persen dalam bentuk N2 bebas, namun demikian unsure N ini baru dapat digunakan oleh tanaman setelah mengalami perubahan kebentuk yang terikat yang kemudian dalam bentuk pupuk
4. Cara pembuatan pupuk nitrogen ada tiga cara yaitu : Cara electric arc, Cara pembuatan kalsium sianamida, Cara fiksasi N udara dan membentuk ammoniak
5. Macam-macam pupuk Nitrogen adalah: Ammonium Sulfat, Ammonium Chlorida ( NH4CL), Ammonium Nitrat (NH4NO3), Ammonium Sulfat Nitrat ( ASN), Urea CO(NH2)2, Pupuk Kalsium Ammonium Nitrat, Pupuk Natrium Nitrat (NaNO3)
6. Nitrogen adalah salah satu elemen terpenting yang dibutuhkan dalam produksi sistem pertanian. Ketika perlakuan dengan sejumlah pupuk nitrogen untuk mengoptimalkan lahan tanaman dan meminimalkan kerusakan lingkungan, sebagian besar nitrogen menimbulkan lepasnya nitrat
Ditulis dalam bahan laporan praktikum SMA HARAPAN PERSADA | Tag: jenis pupuk nitrogen, nitrogen, pupuk, pupuk nitrogen

Sabtu, 06 November 2010

mau belajar desaign modern yuuuukkk :)))

Desain Modern di Indonesia

Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900)

  1. Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan, keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya, apakah ilmu pengetahuan, seni rupa, musik, sastra, atau tari, ditentukan oleh patron utama, yaitu institusi kerajaan
  2. Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme, yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan.
      Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books, mengatakan bahwa “For the greater part of this century, the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. It has meant whatever one wanted it to mean. It could be applied to any designed object, more or less, given the appropriate context and, accordingly, it could be construed as an insult or a compliment. It has meant so much that it has often meant nothing”. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain, dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain.
      Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi, Perkembangan desain modern di Indonesia, awal dan citra perubahan

Program Modernisasi

      Definisi secara umum dari kata “modern” adalah :
  • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas
  • Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern
      Beberapa pendapat tentang Modernisasi:
  • Ilmuwan Sosial :
          Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional
  • Eisenstadt :
          Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20, serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika (Eisenstadt, 1996, Modernization: Protest and Change, Englewood Cliffs, Prentice-Hall)
  • Ahli Ekonomi :
          Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi, standar hidup, pendapatan per kapita, dan pertumbuhan Industri
  • Ahli Sosiologi
          Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju
  • Ahli Komunikasi
          Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi
  • Black
          Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat.
  • Inkeles dan McCleland
          Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas, yaitu dorongan untuk berprestasi, yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement)

Modernisasi di dunia

Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi :
  1. Modernisasi Industri
  2. Modernisasi Akulturasi
  3. Modernisasi Induksi
      Menurut Abraham
  1. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap
  2. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta
  3. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual
  4. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi
  5. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial, kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan
      Menurut Giddens
  • Kapitalisme
  • Industrialisme
  • Kekuatan Militer
  • Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial
      Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh :
  • Proses industrialisasi
  • Peledakan penduduk
  • Sekularisasi
  • Revolusi harapan
  • Berkembangnya media massa
  • Stabilitas kependudukan
  • Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran
  • Revolusi budaya yang dahsyat
      Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut :
Gambaran Modernisasi Menurut Abraham
Gambaran Modernisasi Menurut Abraham

Keterangan gambar :
  • Sisi Struktural :
    Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural, yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain, kebangkitan lembaga politik baru, dan perluasan pendidikan formal, spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan
  • Sisi Attitudinal :
    Orientasi individu ke arah kemajuan
  • Sisi Possesual :
    Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat

Desain Modern

      Menurut Dormer :
  1. Barang Konsumen
  2. Kerajinan
  3. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal
      Tema besar desain modern :
  1. Konteks ekonomi
  2. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk
  3. Hubungan antara produksi, konsumsi, dan kepuasan pribadi
  4. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya

Desain Modern di Indonesia

      Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar :
  1. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern, baik secara mentalitas maupun tindakannya
  2. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat.
  3. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern
      Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep:
  • Perkotaan
  • Arsitektur
  • Aneka Barang Industri dan Karya Cetak
  • Pendidikan Seni Rupa dan Desain

Awal dan Citra Perubahan

      Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada :
  • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda
  • Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin
  • Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang
      Dalam teori modernisasi, kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh :
  1. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama
  2. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional
  3. Adanya Program Industrialisasi
  4. Terjadinya arus urbanisasi
  5. Terjadinya Mobilitas Politik
  6. Terdapatnya rekayasa sosial

Desain Indonesia Abad ke 21

      Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya :
  • Perkembangan desain di dunia global
  • Demam Posmodern
  • Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya
  • Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan
  • Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan

I. Desain Global

      Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya.

1. Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21

  • Peter F. Drucker :
    Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal, besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah, namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Jane Jacobs, seorang sosiolog Amerika, mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960)
  • Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966
  • Charles Jencks, seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt-Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. Louis, Missouri, pada jam 15.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika.
  • Saiful Arif, Guru Besar dari The Australian National University :
    Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik.

2. Wacana Desain di Indonesia

      Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade, telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia, yang ditandai oleh :
  1. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya, hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju
  2. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program
      Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya :
  1. Fenomena Persaingan :
    Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi, tidak hanya secara teraga, melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai
  2. Keterbukaan Budaya :
    Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya.
  3. Upaya Pemberdayaan :
    Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga, desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara

II. Demam Posmodern

      Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru

III. Desain dan Perlawanan Budaya

      Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. Ditinjau dari aspek rupa, desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung, baik gaya, tema maupun teknik pengungkapan. Fenomena yang terbentuk, teraga menjadi kebudayaan benda, baik pada masa lalu, kini dan yang akan datang.
      Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran, diantaranya :
  1. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode, baik mengandung nilai – nilai kebaruan, pengembangan ataupun varian
  2. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan, penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk, perumahan, pakaian dan komunikasi

IV. Kesadaran terhadap Hak Cipta

      Menjelang abad ke – 21, telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan, msekipun awalnya bukan dari seniman, namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri
      HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan :
  1. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997)
  2. Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997)
  3. Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. 19 tentang Merek)
  4. Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. 20 Tahun 2000)
      Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari :
  1. Konvensi Internasional :
    • WIPO (World Intelectual Property International)
    • Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)
    • Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)
    • The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993, ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953
    • Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)
    • TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights, Including Trade in Counterfeit Goods), merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT
  2. Undang –Undang No. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah
  3. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002)
  4. Undang – undang paten No. 6 tahun 1989
  5. RPP tentang desain produk industri
  6. Undang – Undang tentang merek No. 19 tahun 1992
  7. Undang – undang tentang desain industri No. 31 Tahun 2000

V. Desain yang Berwawasan Lingkungan

      Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut, kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :
  • Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia
  • Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup
  • Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan, pelestarian, dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan
  • Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim, semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global; pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida, yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi
  • Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup, dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata
Perundang – Undangan dan PP yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya :
  1. Undang – Undang :
    • No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP
    • No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang
    • No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  2. Peraturan Pemerintah (PP) :
    • PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL
    • Menteri Perindustrian No. 12/M/SK/1978, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri
    • MENKLH No. KEP.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan
    • MENLH No. Kep.35/MENLH/10/1993, tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
    • Menteri Perhubungan No. KM 8 Tahun 1989, tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor
    • Kepala BAPEDAL RI No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No. Kep-49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting)
      MENLH No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru
Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional :
  • Program Pembangunan Berkelanjutan
  • KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio
  • Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan
  • Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati
  • KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997
  • ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
  • Program Ekolabeling <

    Desain Modern di Indonesia

    Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900)

  • Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan, keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya, apakah ilmu pengetahuan, seni rupa, musik, sastra, atau tari, ditentukan oleh patron utama, yaitu institusi kerajaan
  • Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme, yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan.
      Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books, mengatakan bahwa “For the greater part of this century, the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. It has meant whatever one wanted it to mean. It could be applied to any designed object, more or less, given the appropriate context and, accordingly, it could be construed as an insult or a compliment. It has meant so much that it has often meant nothing”. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain, dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain.
      Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi, Perkembangan desain modern di Indonesia, awal dan citra perubahan

Program Modernisasi

      Definisi secara umum dari kata “modern” adalah :
  • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas
  • Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern
      Beberapa pendapat tentang Modernisasi:
  • Ilmuwan Sosial :
          Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional
  • Eisenstadt :
          Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20, serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika (Eisenstadt, 1996, Modernization: Protest and Change, Englewood Cliffs, Prentice-Hall)
  • Ahli Ekonomi :
          Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi, standar hidup, pendapatan per kapita, dan pertumbuhan Industri
  • Ahli Sosiologi
          Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju
  • Ahli Komunikasi
          Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi
  • Black
          Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat.
  • Inkeles dan McCleland
          Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas, yaitu dorongan untuk berprestasi, yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement)

Modernisasi di dunia

Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi :
  1. Modernisasi Industri
  2. Modernisasi Akulturasi
  3. Modernisasi Induksi
      Menurut Abraham
  1. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap
  2. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta
  3. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual
  4. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi
  5. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial, kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan
      Menurut Giddens
  • Kapitalisme
  • Industrialisme
  • Kekuatan Militer
  • Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial
      Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh :
  • Proses industrialisasi
  • Peledakan penduduk
  • Sekularisasi
  • Revolusi harapan
  • Berkembangnya media massa
  • Stabilitas kependudukan
  • Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran
  • Revolusi budaya yang dahsyat
      Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut :
Gambaran Modernisasi Menurut Abraham
Gambaran Modernisasi Menurut Abraham

Keterangan gambar :
  • Sisi Struktural :
    Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural, yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain, kebangkitan lembaga politik baru, dan perluasan pendidikan formal, spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan
  • Sisi Attitudinal :
    Orientasi individu ke arah kemajuan
  • Sisi Possesual :
    Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat

Desain Modern

      Menurut Dormer :
  1. Barang Konsumen
  2. Kerajinan
  3. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal
      Tema besar desain modern :
  1. Konteks ekonomi
  2. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk
  3. Hubungan antara produksi, konsumsi, dan kepuasan pribadi
  4. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya

Desain Modern di Indonesia

      Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar :
  1. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern, baik secara mentalitas maupun tindakannya
  2. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat.
  3. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern
      Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep:
  • Perkotaan
  • Arsitektur
  • Aneka Barang Industri dan Karya Cetak
  • Pendidikan Seni Rupa dan Desain

Awal dan Citra Perubahan

      Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada :
  • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda
  • Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin
  • Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang
      Dalam teori modernisasi, kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh :
  1. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama
  2. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional
  3. Adanya Program Industrialisasi
  4. Terjadinya arus urbanisasi
  5. Terjadinya Mobilitas Politik
  6. Terdapatnya rekayasa sosial

Desain Indonesia Abad ke 21

      Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya :
  • Perkembangan desain di dunia global
  • Demam Posmodern
  • Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya
  • Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan
  • Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan

I. Desain Global

      Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya.

1. Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21

  • Peter F. Drucker :
    Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal, besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah, namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Jane Jacobs, seorang sosiolog Amerika, mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960)
  • Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966
  • Charles Jencks, seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt-Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. Louis, Missouri, pada jam 15.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika.
  • Saiful Arif, Guru Besar dari The Australian National University :
    Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik.

2. Wacana Desain di Indonesia

      Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade, telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia, yang ditandai oleh :
  1. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya, hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju
  2. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program
      Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya :
  1. Fenomena Persaingan :
    Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi, tidak hanya secara teraga, melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai
  2. Keterbukaan Budaya :
    Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya.
  3. Upaya Pemberdayaan :
    Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga, desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara

II. Demam Posmodern

      Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru

III. Desain dan Perlawanan Budaya

      Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. Ditinjau dari aspek rupa, desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung, baik gaya, tema maupun teknik pengungkapan. Fenomena yang terbentuk, teraga menjadi kebudayaan benda, baik pada masa lalu, kini dan yang akan datang.
      Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran, diantaranya :
  1. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode, baik mengandung nilai – nilai kebaruan, pengembangan ataupun varian
  2. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan, penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk, perumahan, pakaian dan komunikasi

IV. Kesadaran terhadap Hak Cipta

      Menjelang abad ke – 21, telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan, msekipun awalnya bukan dari seniman, namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri
      HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan :
  1. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997)
  2. Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997)
  3. Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. 19 tentang Merek)
  4. Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. 20 Tahun 2000)
      Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari :
  1. Konvensi Internasional :
    • WIPO (World Intelectual Property International)
    • Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)
    • Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)
    • The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993, ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953
    • Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)
    • TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights, Including Trade in Counterfeit Goods), merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT
  2. Undang –Undang No. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah
  3. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002)
  4. Undang – undang paten No. 6 tahun 1989
  5. RPP tentang desain produk industri
  6. Undang – Undang tentang merek No. 19 tahun 1992
  7. Undang – undang tentang desain industri No. 31 Tahun 2000

V. Desain yang Berwawasan Lingkungan

      Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut, kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :
  • Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia
  • Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup
  • Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan, pelestarian, dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan
  • Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim, semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global; pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida, yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi
  • Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup, dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata
Perundang – Undangan dan PP yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya :
  1. Undang – Undang :
    • No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP
    • No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang
    • No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  2. Peraturan Pemerintah (PP) :
    • PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL
    • Menteri Perindustrian No. 12/M/SK/1978, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri
    • MENKLH No. KEP.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan
    • MENLH No. Kep.35/MENLH/10/1993, tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
    • Menteri Perhubungan No. KM 8 Tahun 1989, tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor
    • Kepala BAPEDAL RI No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No. Kep-49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting)
      MENLH No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru
Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional :
  • Program Pembangunan Berkelanjutan
  • KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio
  • Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan
  • Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati
  • KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997
  • ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
  • Program Ekolabeling <

    Desain Modern di Indonesia

    Perkembangan Desain Abad ke 19 (1850 – 1900)

  • Istana Raja masih menjadi pusat kebudayaan, keabsahan suatu nilai dari ekspresi budaya, apakah ilmu pengetahuan, seni rupa, musik, sastra, atau tari, ditentukan oleh patron utama, yaitu institusi kerajaan
  • Gejala sosial yang demikian adalah pengambilan elemen bentuk dari abad 17 dan 18 dalam desain interior gaya historisisme, yang ditandai dengan penggunaan ornamen dan dekorasi yang berlebihan.
      Menurut Paul Greenhalgh dalam bukunya “Modernism in Design” terbitan Reaction Books, mengatakan bahwa “For the greater part of this century, the word “modern” has been relatively unproblematic with regard to design. It has meant whatever one wanted it to mean. It could be applied to any designed object, more or less, given the appropriate context and, accordingly, it could be construed as an insult or a compliment. It has meant so much that it has often meant nothing”. Dari sini dapat diartikan bahwa definisi “modern” secara relatip tidak mempermasalahkan tentang desain, dan dapat diaplikasikan ke setiap object desain.
      Secara umum perkembangan desain di Indonesia terbagai menjadi tiga tahapan penting yaitu Program Modernisasi, Perkembangan desain modern di Indonesia, awal dan citra perubahan

Program Modernisasi

      Definisi secara umum dari kata “modern” adalah :
  • Karya budaya ragawi yang umumnya memiliki ciri – ciri yang sesuai dengan proses modernisasi dalam arti yang luas
  • Lahir dari pemikiran modern dan tumbuh di lingkungan masyarakat modern
      Beberapa pendapat tentang Modernisasi:
  • Ilmuwan Sosial :
          Kemunculan masyarakat industri barat dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang yang masih tradisional
  • Eisenstadt :
          Modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara. Kemudian itu memuncak pada Abad ke-19 dan 20, serta meluas ke sejumlah negara di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika (Eisenstadt, 1996, Modernization: Protest and Change, Englewood Cliffs, Prentice-Hall)
  • Ahli Ekonomi :
          Modernisasi berdasarkan berbagai model pertumbuhan ekonomi, standar hidup, pendapatan per kapita, dan pertumbuhan Industri
  • Ahli Sosiologi
          Modernisasi dengan lebih mengarah kepada perspektif evolusioner yang mencakup transisi multilinier masyarakat tradisional menjadi masyarakat yang lebih maju
  • Ahli Komunikasi
          Modernisasi sebagai proses perubahan dari cara hidup tradisional menuju gaya hidup yang lebih kompleks dan maju secara teknologi
  • Black
          Modernisasi ditandai oleh perkembangan sejumlah lembaga yang secara fungsional meningkatkan pengetahuan manusia untuk menguasai lingkungannya secara cepat.
  • Inkeles dan McCleland
          Memaparkan modernitas dari variabel psikologis yang membentuk mentalitas manusia modern secara khas, yaitu dorongan untuk berprestasi, yang diistilahkan sebagai faktor N-ach (Need of achievement)

Modernisasi di dunia

Chodak mengidentifikasikan 3 tipe modernisasi :
  1. Modernisasi Industri
  2. Modernisasi Akulturasi
  3. Modernisasi Induksi
      Menurut Abraham
  1. Kosmos yang “nyaman” berubah maknanya oleh otonomisasi (sekularisasi) sehingga rasa aman lenyap
  2. Masyarakat yang “nyaman” dirobek – robek karena individu mendesak diri sebagai pusat semesta
  3. Kebersamaan nilai goyah karena proses individual
  4. Birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi
  5. Pribadi menemukan diri sendiri secara kuat sehingga dalam arti sistem sosial, kehidupan modern bermakna sebagai proses mengganti kenyamanan alamiah dengan kenyaman buatan
      Menurut Giddens
  • Kapitalisme
  • Industrialisme
  • Kekuatan Militer
  • Kontrol terhadap informasi dan aktivitas sosial
      Abraham mencirikan modernisasi sebagai proses yang selalu diikuti oleh :
  • Proses industrialisasi
  • Peledakan penduduk
  • Sekularisasi
  • Revolusi harapan
  • Berkembangnya media massa
  • Stabilitas kependudukan
  • Bangkitnya kelas menengah secara besar – besaran
  • Revolusi budaya yang dahsyat
      Abraham juga memberikan gambaran tentang modernisasi sebagai suatu perubahan sebagai berikut :
Gambaran Modernisasi Menurut Abraham
Gambaran Modernisasi Menurut Abraham

Keterangan gambar :
  • Sisi Struktural :
    Meliputi peningkatan diferensiasi dan integrasi struktural, yaitu pemisahan hubungan ekonomi dengan sistem sosial yang lain, kebangkitan lembaga politik baru, dan perluasan pendidikan formal, spesialisasi serta mencairnya stratifikasi kemasyarakatan
  • Sisi Attitudinal :
    Orientasi individu ke arah kemajuan
  • Sisi Possesual :
    Mengarah kepada terbentuknya spesialisasi fungsional dalam masyarakat

Desain Modern

      Menurut Dormer :
  1. Barang Konsumen
  2. Kerajinan
  3. Benda Eksklusif hasil rancangan arsitek dan desainer terkenal
      Tema besar desain modern :
  1. Konteks ekonomi
  2. Penggunaan teknologi baru yang memungkinkan seorang pendesain bermain dengan bentuk
  3. Hubungan antara produksi, konsumsi, dan kepuasan pribadi
  4. Kebutuhan masyarakat dengan berbagai perubahannya

Desain Modern di Indonesia

      Desain Modern di Indonesia dapat dikategorikan atas tiga kelompok besar :
  1. Karya desain yang diciptakan sebagai tuntutan masyarakat yang berpikiran modern, baik secara mentalitas maupun tindakannya
  2. Karya desain yang mengadaptasikan dan menggunakan berbagai unsur kebudayaan Barat yang telah modern tanpa harus “menjadi Barat” atau berciri Barat.
  3. Karya desain yang semata – mata meniru gaya orang Barat tanpa diimbangi oleh proses berpikir dan mentalitas modern
      Perkembangan desain di Indonesia dapat dilihat dari konsep:
  • Perkotaan
  • Arsitektur
  • Aneka Barang Industri dan Karya Cetak
  • Pendidikan Seni Rupa dan Desain

Awal dan Citra Perubahan

      Konteks perkembangan desain modern di Indonesia yaitu pergeseran nilai desain dan dunia kesenirupaan pada :
  • Beberapa dasawarsa akhir penjajahan Belanda
  • Masa setelah kemerdekaan dan Demokrasi Terpimpin
  • Masa Orde Baru hingga era pembangunan sekarang
      Dalam teori modernisasi, kondisi Indonesia (Hindia Belanda) pada awal abad ke-20 dapat dikatakan sebagai masa transisi dari tradisional ke arah kehidupan modern dengan ditandai oleh :
  1. Adanya dualisme struktural yang memungkinkan kehadiran bersama
  2. Munculnya secara berangsur-angsur norma modernitas dalam kerangka nilai – nilai tradisional
  3. Adanya Program Industrialisasi
  4. Terjadinya arus urbanisasi
  5. Terjadinya Mobilitas Politik
  6. Terdapatnya rekayasa sosial

Desain Indonesia Abad ke 21

      Perkembangan desain di Indonesia pada abad ini akibat dari adanya :
  • Perkembangan desain di dunia global
  • Demam Posmodern
  • Adanya hubungan antara perkembangan desain dengan perlawanan budaya
  • Adanya kesadaran terhadap hak penciptaan
  • Keinginan untuk mewujudkan desain yang berwawasan lingkungan

I. Desain Global

      Adanya perubahan besar didunia akibat perkembangan teknologi dan terbentuknya tatadunia baru yang semakin terpolarisasi oleh peradaban besar sehingga semua komponen kebudayaan saling mempengaruhi dan memposisikan diri sepadan dengan kekuatannya.

1. Pendapat Para Ahli tentang abad ke 21

  • Peter F. Drucker :
    Keberlangsungan pembangunan sebuah bangsa bukan lagi bersandar pada modal, besarnya tenaga kerja ataupun penguasaan wilayah, namun akan tercipta oleh kemampuan mengembangkan daya inovasi yang didasari pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Jane Jacobs, seorang sosiolog Amerika, mengkritik dengan keras tentang buruknya perencanaan tatakota di Amerika (1960)
  • Robert Venturi yang mengkritik secara tajam Modernisme dalam dunia arsitektur pada tahun 1966
  • Charles Jencks, seorang arsitek Amerika terkemuka mengumandangkan kematian Modernisme seiring dengan diruntuhkannya bangunan bertingkat Pruitt-Igoe pada tanggal 15 Juli 1972 di St. Louis, Missouri, pada jam 15.32 karena bangunan tersebut selama ini menjadi tonggak terapan gaya Modernisme di Amerika.
  • Saiful Arif, Guru Besar dari The Australian National University :
    Makna pembangunan yang dilakukan oleh setiap negara adalah proses transformasi segala bidang dari kondisi tertentu menuju kondisi lain yang lebih baik.

2. Wacana Desain di Indonesia

      Belajar dari pelbagai kebijakan dan hasil pembangunan selama beberapa dekade, telah nyata bahwa Indonesia terpengaruh oleh dampak percepatan keterbukaan budaya sedunia, yang ditandai oleh :
  1. Semakin menonjolnya pengaruh budaya kuat negara – negara adidaya, hal ini tercermin dari adanya penentuan arah kebijakan perekonomian akibat adanya perjanjian internasional dan permainan “Mata Uang” oleh negara – negara maju
  2. Sejak pergantian era pemerintahan Orde Baru dan tuntutan perbaikan kinerja program
      Wacana desain di Indonesia juga terjadi akibat adanya :
  1. Fenomena Persaingan :
    Terjadi akibat percepatan yang terjadi sebelumnya dimana memicu lahirnya pengelolaan produksi barang dan pergerakan pasar yang semakin tinggi, tidak hanya secara teraga, melainkan juga dalam bentuk nilai – nilai
  2. Keterbukaan Budaya :
    Budaya ragawi yang dihasilkan manusia tidak terlepas dari sistem dunia yang terintegrasi antara satu sistem nilai dengan sistem lainnya.
  3. Upaya Pemberdayaan :
    Sebagai bagian dari kebudayaan yang teraga, desain tidak terlepas dari rona pembangunan “besar” yang dijalankan oleh satu pemerintahan dimana tercermin dari aneka kebijakan termasuk komitmen antar kebudayaan ataupun antarnegara

II. Demam Posmodern

      Era Posmodern adalah Masa transisi antara berakhirnya masa modernisme dan munculnya alternatif pemikiran baru sebagai usaha mencari bentuk baru

III. Desain dan Perlawanan Budaya

      Aktivitas desain tidak terlepas dari sistem nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Desain adalah wujud yang teraga dengan muatan – muatan makna di dalamnya. Ditinjau dari aspek rupa, desain telah menunjukkan aspek keragaman yang tak terhitung, baik gaya, tema maupun teknik pengungkapan. Fenomena yang terbentuk, teraga menjadi kebudayaan benda, baik pada masa lalu, kini dan yang akan datang.
      Makna budaya yang lebih spesifik dalam karya – karya desain yang teraga itu dapat dikelompokkan atas beberapa peran, diantaranya :
  1. Peragaman Bahasa Rupa yang menjadi bagian kreatif wujud desain setiap periode, baik mengandung nilai – nilai kebaruan, pengembangan ataupun varian
  2. Peragaman citarasa masyarakat yang muncul sebagai perluasan, penyebaran dan kebutuhan baru masyarakat akan aneka produk, perumahan, pakaian dan komunikasi

IV. Kesadaran terhadap Hak Cipta

      Menjelang abad ke – 21, telah tumbuh kesadaran akan hak – hak penciptaan, msekipun awalnya bukan dari seniman, namun dari kalangan praktisi hukum yang mengamati fenomena global bahwa hak – hak penciptaan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari wacana ekonomi global. Baik untuk karya cipta milik orang asing maupun karya cipta milik Bangsa Sendiri
      HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam bidang desain di Indonesia dikategorikan :
  1. Karya Cipta Bidang Seni Rupa (UU Hak Cipta Tahun 1997)
  2. Karya yang bersifat Temuan (UU Paten Tahun 1997)
  3. Merek Produk berupa logo atau identitas produsen (UU No. 19 tentang Merek)
  4. Bidang desain terutama performansinya (UU tentang Desain Industri No. 20 Tahun 2000)
      Beberapa dasar hukum yang dapat dipakai sebagai acuan adanya perlindungan bagi karya cipta di bidang desain terdiri dari :
  1. Konvensi Internasional :
    • WIPO (World Intelectual Property International)
    • Paris Convention for The Protection of Industrial Property (11 April 1995 beranggotakan 129 negara termasuk Indonesia)
    • Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Work (16 Mei 1995 beranggota 112 negara termasuk Indonesia)
    • The Haque Agreement Concerning the International Deposit of Industrial Designs (1993, ada 24 negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia sejak tahun 1953
    • Locarno Agreement Establishing an International Classification for Industrial Designs (1968 hingga 1995 beranggotakan 23 negara)
    • TRIPs (Trade Related Aspects of Intelectual Property Rights, Including Trade in Counterfeit Goods), merupakan persetujuan integral dari persetujuan Putaran Uruguay dalam rangka GATT
  2. Undang –Undang No. 5 tentang Perindustrian Pasal 17 : Desain Produk Industri mendapat perlindungan hukum yang ketentuan – ketentuannya diatur dengan peraturan pemerintah
  3. Undang – undang hak cipta 1997 (diperbarui lagi tahun 2002)
  4. Undang – undang paten No. 6 tahun 1989
  5. RPP tentang desain produk industri
  6. Undang – Undang tentang merek No. 19 tahun 1992
  7. Undang – undang tentang desain industri No. 31 Tahun 2000

V. Desain yang Berwawasan Lingkungan

      Dorongan dan isu – isu gentingnya masalah lingkungan tersebut, kemudian melahirkan Deklarasi Rio tahun 1992 yang berisi antara lain :
  • Hak dan Tanggung Jawab bangsa – bangsa dalam memperjuangkan perkembangan dan kesejahteraan manusia
  • Merancang cara mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup
  • Membuat pernyataan tentang prinsip – prinsip yang menjadi pedoman bagi pengelolaan, pelestarian, dan pembangunan semua jenis hutan secara berkelanjutan yang merupakan unsur mutlak bagi pembangunan ekonomi dan pelestarian segala bentuk kehidupan
  • Dalam mensiasati terjadinya perubahan iklim, semua negara harus memberikan kontribusi untuk menstabilkan gas – gas rumah kaca dan atmosfer pada tingkatan yang tidak akan mengacaukan iklim global; pernyataan ini mensyaratkan pengurangan emisi gas – gas seperti karbon dioksida, yaitu hasil sampingan dari pemakaian bahan bakar untuk mendapatkan energi
  • Konvensi tentang keragaman hayati yang menghendaki agar semua negara mengerahkan segala daya dan dana untuk melestarikan keragaman spesies hidup, dan mengupayakan manfaat penggunaan keragaman hayati dirasakan secara merata
Perundang – Undangan dan PP yang berhubungan dengan Lingkungan Hidup dan pengelolaannya :
  1. Undang – Undang :
    • No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, memuat ketentuan bahwa setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak terhadap lingkungan, wajib dilengkapi dengan AMDAL yang pelaksanaannya diatur oleh PP
    • No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang
    • No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
  2. Peraturan Pemerintah (PP) :
    • PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL
    • Menteri Perindustrian No. 12/M/SK/1978, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan sebagai akibat Usaha Industri
    • MENKLH No. KEP.02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman Baku Mutu Lingkungan
    • MENLH No. Kep.35/MENLH/10/1993, tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
    • Menteri Perhubungan No. KM 8 Tahun 1989, tentang Persyaratan Laik Jalan Kendaraan Bermotor
    • Kepala BAPEDAL RI No. Kep-56 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting (sebagai pengganti No. Kep-49/MENKLH/6/1987 tentang Pedoman Dampak Penting)
      MENLH No. KEP-16/MENLH/4/1996 tentang pelaksanaan Program Langit Biru
Isu Nasional dan Kesepakatan Internasional :
  • Program Pembangunan Berkelanjutan
  • KTT Bumi Rio de Janeiro 1992 dan Deklarasi Rio
  • Agenda 21 sebagai Rencana Global Pembangunan Berkelanjutan
  • Konvensi Tentang Perubahan Iklim dan Keragaman Hayati
  • KTT Bumi 5 Juni Tahun 1997
  • ISO 14001 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
  • Program Ekolabeling

Kamis, 04 November 2010

artikel (http://chantika.com/)

Furniture Minimalis Gaya Yang Bagus


Visited 208 times, 1 so far today Published on July 23, 2010 by Shinta Dewi   ·   1 Comment
 
Banyak hal yang kita lihat dalam rumah piutang pada bagaimana pemilik nilai-nilai gaya dan desain adalah sesuatu yang orang menjaga kepala mereka pada, ingat bahwa ketika mempertimbangkan keanggunan rumah dan gaya Anda harus selalu memiliki naluri pada membuat nomor satu prioritas. Salah satu hal terbaik yang perlu dipertimbangkan saat ini adalah bagaimana baik rumah Anda dapat ditingkatkan. furniture modern atas cara sendiri rumah yang ditinggikan. Lebih ke kenyataan bahwa Anda meningkatkan keseluruhan tampilan rumah tanpa membuang-buang begitu banyak ruang dan uang juga saya berpikir sekarang bahwa orang-orang yang sadar pada situasi rumah mereka mencoba untuk menemukan cara yang baik untuk pendekatan gaya rumah mereka sendiri. Orang-orang telah mencoba untuk mengumpulkan dan memberikan kredit pada gaya yang benar-benar dapat membantu rumah mereka.
Seperti segala sesuatu dalam dunia desain, perabotan modern benar-benar dapat menjadi tambahan yang bagus untuk perbaikan secara keseluruhan rumah itu. gaya modern telah terjadi dari sejak setelah Perang Dunia 2 di mana orang mencoba untuk beralih dari gaya vintage dan membuka gaya baru yang orang benar-benar dapat digunakan. Gaya ramping dan tegang furniture modern adalah apa yang orang mainstream terutama dalam mengembangkan dan mencintai. Saya pikir akan menunjukkan, banyak orang yang menghargai kreativitas mereka berusaha medium diramu untuk membuat gaya yang besar yang dapat membuat iri banyak orang. furniture modern merupakan keseluruhan banyak untuk memiliki. Cobalah untuk meyakinkan diri Anda dengan bagaimana Anda akan dapat menggunakan dekorasi minimal tetapi masih upgrade desain rumah Anda.
Saat ini aku pikir bagian depan mebel modern telah menjadi salah satu bahan yang sangat mendasar di rumah-rumah bergaya modern untuk tujuan tunggal yang memiliki kelebihan dalam gaya. desain modern bervariasi dalam gaya yang berbeda dan dapat di kelas yang berbeda juga. Jika Anda melihatnya dalam gambaran yang lebih besar Anda akan melihat apa yang saya menunjuk. Modern selalu dasar yang kuat, bagi kebanyakan orang selalu bisa menjadi tambahan yang bagus untuk rumah dan ketika aku berkata di rumah, saya ingin menunjukkan bahwa rumah-rumah modern dan furniture modern datang bergandengan tangan dalam pembangunan. Mari kita membuat gagasan sangat populer yang selalu bisa menjadi hal terbaik untuk dimiliki di rumah sebagai desain template default. furniture modern selalu dapat menjadi tambahan besar apalagi bantuan pada desain rumah Anda. Informasi lebih tentang furniture: Furniture Minimalis

Senin, 01 November 2010

BELAJAR WORD PART III hyuuuuk

                                      
 Printing


  Terdapat 3 opsi printing yang tersedia di Microsoft Word 2007 :
    Print
     Print di MS Word 2007 sama halnya dengan print di MS Word 2003. Apabila kita
     klik Print makan muncul kotak dialog Print.
                                                                                1
  a. Printer name : untuk memilih printer mana yang akan digunakan untuk
      mencetak dokumen.
  b. Page range : untuk menentukan halaman yang akan di cetak. Terdapat tiga
      opsi pilihan yaitu All untuk mencetak semua halaman, Current page untuk
      mencetak halaman dimana cursor diletakkan saja. Selection untuk mencetak
      halaman yang diinginkan dengan mengisi pada kolom Page.
  c. Copies : untuk menentukan jumlah rangkap dokumen yang akan dicetak yaitu
      dengan memilih pada opsi Number of copies. Kemudian checklist pada opsi
      Collate untuk mencetak dokumen secara urut sejumlah rangkap dokumen  yang  dicetak. Apabila tidak di checklist, printer akan mencetak halaman sesuai
      jumlah rangkap sebelum mencetak halaman berikutnya.

 Quick Print
  Quick Print akan mencetak dokumen dengan pengaturan printer default, tanpa
  menuju ke kotak dialog Print.
 Print Preview
  Print preview akan menampilkan gambaran dokumen sebelum di cetak.
                                                                              2
 Split

  Split digunakan untuk membagi dokumen aktif menjadi dua bagian agar dapat melihat
  bagian yang berbeda dari dokumen yang sama pada waktu bersamaan.
  Cara melakukan Split pada Microsoft Word 2007 :
         Pilih tab View > klik pada pilihan Split.
         Letakkan garis split di bagian pada dokumen yang diingikan, kemudian
          tampilan akan seperti pada gambar berikut ini.
         Apabila ingin menghilangkan Split, klik Remove Split pada toolbar.
                                                                                  3
 Comment

  Comment berfungsi untuk mengkoreksi tulisan atau kalimat yang salah dan harus
  diperbaiki ketika penulisan makalah ilmiah ataupun penulisan Skripsi nanti, berikut
  adalah cara-caranya :
        Arahkan kursor mouse pada tulisan yang ingin diberi comment, jika tulisan
         tersebut lebih dari satu kata maka Blok tulisan tersebut.
        Klik menu Review kemudian pilih New Comment
        Setelah diklik kemudian akan muncul gambar seperti berikut
        Untuk menghapus Comment klik Reject atau klik kanan dan pilih Delete
         Comment.
                                                                                    4
 Watermark
  Watermark digunakan untuk memberikan tanda pada background penulisan, misalnya
  ada kalimat “Do Not Copy” atau “Confidential”.
  Cara menambahkan Watermark pada dokumen adalah :
         Klik Page Layout kemudian pilih Watermark
         Setelah dipilih kemudian akan muncul seperti ini.
           Untuk mengedit tulisan pilih Custom Watermark pada pilihan
             Watermark
                                                                               5
 Kemudian akan muncul kotak dialog sebagai berikut :
 Kemudian ganti nama yang ada dikotak Text.
 Apabila Watermark sudah tidak diperlukan, maka klik Watermark
  kemudian klik Remove Watermark.
                                                                6
 Convert PDF
  Cara untuk melakukan konversi dari word ke pdf pada Microsoft Word 2007
  adalah :
    Klik pada menu windows > Save as > PDF or XPS
    Pilih lokasi dimana file PDF nantinya akan disimpan, kemudian klik Publish.
                                                                                 7
    Kemudian muncul hasil konversi ke PDF
       Convert Finish.

 Footnote

  Untuk membuat footnote, langkah-langkahnya:
       Letakan pointer (kursor) di mana nomor footnote akan dibuat.
       Klik tab References pada ribbon.
       Klik icon Insert Footnote pada grup Footnotes, maka secara otomatis
        nomor
        footnote akan muncul secara berurutan dari satu dan seterusnya.
                                                                            8
        Ketik isi footnote pada di bawah garis footnote pada bagian bawah
         halaman kerja.

 Citation

  Berfungsi untuk memasukkan kutipan dari sumber seperti buku dsb, sesuai style
  yang sudah disediakan oleh Microsoft Word. Cara Insert Citation :
    Klik Tab References > Insert Citation > Add New Source...
    Masukkan data tentang sumber referensi yang digunakan, kemudian klik OK.
                                                                              9
    Kemudian akan muncul di tulisan, Citation yang telah kita buat.

 Bibliography

  Berfungsi untuk membuat daftar pustaka sesuai dengan format yang sudah ada.
  Cara membuat bibliography adalah :
     o Klik References > Bibliography > Pilih formatnya.
     o Kemudian muncul secara otomatis semua daftar pustaka yang telah dibuat.
                                                                            
TUGAS
  1. Buatlah artikel (temas bebas) boleh melanjutkan tugas minggu sebelumnya
  2. Lakukanlah latihan print dan split
  3. Masukanlah watermark, citation, bilbiograpy, footnote dan comment
  4. Save dalam format pdf (boleh krim via email jika tidak terdapat pilihan save as pdf)
  5. Burn ke dalam cd (dikumpulkan minggu depan)